Medan (Pewarta.co) – Perubahan yang begitu cepat terjadi di dunia industri menuntut setiap perusahaan untuk dapat beradaptasi agar dapat terus berkembang. Ada berbagai macam upaya dalam proses adaptasi dengan zaman, salahsatunya adalah dengan proses rightsizing.
Namun, banyak orang yang menilai bahwa rightsizing
merupakan tindakan memotong jumlah karyawan. Padahal sebenarnya, praktik itu merupakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawan berada pada posisi atau jabatan yang tepat, atau dikenal dengan istilah right man on the right place.
Secara harfiah rightsizing
diartikan sebagai sebuah upaya memastikan sumber daya perusahaan dipergunakan secara tepat dan efektif. Jadi, rightsizing
sebagai upaya perusahaan dalam mengurangi jumlah karyawan merupakan arti yang keliru.
Pada September 2022, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pun mengumumkan bahwa perusahaan telah menempuh langkah rightsizing yang berlangsung dengan lancar.
Langkah itu dilakukan IOH untuk menghadapi lingkungan bisnis yang semakin dinamis, terlebih setelah proses merger selesai di awal Januari 2022.
Entitas baru bernama Indosat Ooredoo Hutchison yang dibentuk dari penggabungan PT Indosat Ooredoo Tbk dengan PT Hutchison 3 Indonesia ini semakin mengembangkan bisnisnya. Tentunya, dibutuhkan sumber daya manusia yang andal untuk mendukung upaya tersebut.
Maka itu, bagi IOH, rightsizing itu penting dilakukan agar karyawan selalu bersiap diri dan meningkatkan kompetensi, serta menjadikan perusahaan sebagai lingkungan kerja di mana karyawan dapat berkembang.
Pada rightsizing dilakukan IOH baru-baru ini, lebih dari 95% karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran itu. Sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut.
Paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah. Bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.
Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni menjelaskan, inisiatif rightsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik sebagian besar karyawan yang terkena dampak. Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair.
Perusahaan telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini.
Karena itu, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.
Indosat Ooredoo Hutchison pun komit setiap karyawan dapat bekerja dengan optimal untuk memberikan layanan terbaik yang berdampak juga pada pelanggan perusahaan.
Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif. Diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia. (gusti/red)
*Tulisan ini disertakan dalam Journalist Writing Competition Indosat Ooredoo Hutchiso







