Medan (pewarta.co) – Sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup di pesisir pantai, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Medan, sebagai calon Sekolah Adiwiyata Nasional bersama sejumlah guru dan siswa melakukan Gerakan Menanam 1000 Mangrove dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Belawan, pekan lalu.
Gerakan diawali dengan penanaman mangrove di Kelurahan Bagan Deli dan dilanjutkan dengan Aksi Bersih Pantai di Pantai Reklamasi Medan Belawan itu turut dihadiri Komite Madrasah Jusmar Efendi, Pimpinan Lembaga Gugah Nurani Indonesia Medan Anwar dan Nelli, Penggiat Lingkungan Hidup Susanto Maulana, perwakilan Danramil Belawan Amran dan perwakilan Kelompok Kerja Tani Bagan M.Syafii serta perwakilan Tokoh Masyarakat Ishaq.
Kepala MIN 5 Medan Hj Azizah SAg MPd mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang ikut serta mendukung gerakan aksi bersih dan penanaman mangrove yang dilakukan bersama.
“Semoga aksi ini dapat memberikan manfaat buat alam dan masyarakat di sekitarnya,” kata Hj Azizah didampingi Koordinator Adiwiyata, Marwan Haflah SPdI dan Operator Adiwiyata, Rahimah Syafii SPd, Selasa (30/3/2021).
Ia menuturkan, aksi menanam pohon mangrove ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian MIN 5 Kota Medan terhadap kawasan pinggir laut agar tidak terjadinya abrasi air laut ke daratan. Selain itu juga untuk membantu mensuplai udara segar bagi warga di sekitar laut.
“Sedangkan aksi bersih pantai ini untuk menjaga dan mencegah agar laut kita terhindar dari pencemaran lingkungan yang bisa merusak populasi hewan laut,” tukasnya.
Ia pun berharap aksi itu dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi siswa, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan laut dan melakukan pengendalian pencemaran pesisir laut.
Sementara itu Penggiat Lingkungan Hidup Susanto Maulana mengapresiasi kegiatan yang digagas MIN 5 Medan.
Susanto berharap gerakan ini dapat membantu merehabilitasi lahan mangrove dan memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove. Menurutnya keberadaan hutan mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai hal, baik dari aspek fisik, ekologi dan ekonomi.
Ia juga mengharapkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan karena dampaknya akan kembali kepada diri sendiri.
“Saat kita membuang sampah ke selokan ataupun ke sungai, sampah ini akan mengalir sampai ke laut dan dimakan oleh ikan dan hewan laut lainnya. Cepat atau lambat ikan-ikan yang tercemar sampah tersebut akhirnya kita konsumsi kembali,” ungkapnya.
Susanto meyakini bila setiap sekolah di Medan, apalagi yang sudah meraih penghargaan Adiwiyata mau peduli dan secara masif melakukan gerakan ini, maka upaya pengurangan sampah sejak dari sumber sampah dapat diterapkan.
“Laut kita pun akan terjaga kelestariannya,” pungkasnya. (gusti/red)







